Mencoba Financial Freedom??? Hmm...

Best experience adalah Pengalaman terbaik, lelucon kuno ini kadang keluar dalam tongkrongan yang ngebahas ngalor ngidul kulon wetan (utara selatan barat timur). Tongkrongan anak muda kala itu berusia sekitar 23-28 tahun yang merupakan lulusan baru dari perkuliahan dengan hasrat ingin menjadi seseorang kaya raya dalam sekejap bermodalkan ijazah (kami perintis bukan pewaris, ada sih warisan berupa udah dikuliahin sangat bersyukur sekali). Bagi seorang yang baru lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan maka dapat dipastikan dapat gaji yang belum seberapa itu dengan mimpi yang sangat menjulang. 



Segala cara ditempuh untuk mendapatkan cuan yang banyak itu dari mulai side hustle (proyekan tempat lain), instrumen investasi (saham, futures, crypto) bahkan dagang dengan modal jual-beli sistem COD dari market place kesayangan. Menimbang itu semua paling cepat kaya atau mendapatkan uang lebih lewat instrumen investasi. Pada 2020 - 2022 merupakan kondisi yang tidak umum  yaitu sebuah wabah covid-19 yang merebak hingga ada pernyataan lockdown tetapi dibalik itu ada fenomena unik terjadi bisa disebut trend bermain cryptocurrency. Kalau melihat artinya yang bersumber dari google ialah mata uang digital untuk transaksi antar pengguna tanpa perantara singkatnya begitu.


Pada masa itu dengan trend yang ada, masak iya mau ketinggalan menjadi kaya cepat :pemikiran manusia berusia 23-28 tahun. Padahal segala sesuatu hal besar itu tidak datang tiba-tiba atau cepat, pasti ada prosesnya. Karena pada masa itu tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan di luar rumah sehingga bermain atau berinvestasi dalam dunia crypto sungguhlah sangat menarik karena jam perdagangannya 24 jam. Maka, dalam hal ini sumber daya terpenting yaitu uang dan ilmu. Uang yang dialokasikan untuk terjun di dunia crypto sebaiknya menggunakan uang dingin atau tidak untuk kebutuhan harian (operasional). Pengetahuan dasar semacam ini sangat perlu dicari tau dan dipahami agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di masa depan atau minimal bisa antisipasti resiko apa yang akan terjadi. Tetapi dasarnya keingin tahuan langsung terjun tanpa berbekal ilmu maka bisa disebut learning by doing merupakan ongkos mahal yang harus ditempuh.


Pepatah kuno yang sering kita dengar: "learning by doing" atau "terbentur, terbentur, terbentur dan terbentuk" atau "pelan-pelan lama-lama menjadi bukit". Pepatah ini maknanya benar adanya tetapi belum dijelaskan secara detail bahwa ada kalanya kondisi lagi di atas dan di bawah. Pada dunia crypto yang 24 jam perdagangan maka transaksinya perlu dipantau pergerakannya. Pergerakannya sendiri perlu dianalisa berdasarkan teknikal, fundamental,  news dan bandar. Sederhananya sih beli saat harga rendah dan jual saat harga lebih tinggi. Tetapi itu semua perlu ilmu yang dipelajari, dipraktekkan dan siap menerima resiko. Setiap orang siap untung tetapi tidak siap rugi maka seyogyanya harusnya yang dilatih dan dipersiapkan lebih matang yaitu ketika menghadapi kerugian lalu baru masuk kesiapan menghadapi keuntungan.


Wejudukan financial freedom juga perlu ilmu dan diterapkan apakah hal yang dipelajari itu cocok pada kita kah? atau malah membuat kita makin jauh financial freedom? coba temukan caranya financial freedom yang masing-masing orang dambakan dan caranya juga masing-masing karena mempengaruhi tujuan dan pandangan hidup.

Tak ada yang salah dalam belajar, mencoba dan gagal hanya saja respon kita yang membuat kita gagal sendiri. Akhir kata, financial freedom didepan mata kita kok dan mari kenali. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peranan Pemuda Dalam Penataan Ruang

Sepak Bola Bukan Hanya Sekadar Olahraga Tetapi Industri Persepakbolaan!